Sabtu, 25 April 2015

Oriflame Promo Rekrut “POSSESS” Dapatkan Produk Senilai Rp 1.577.000,- Periode Kampanye 25 April – 31 Mei 2015


2x WP1
Rekrut 2 orang baru dan bantu mereka untuk meraih kualifikasi Welcome Program Step 1 dan dapatkan Possess Wallet dan Possess Eau de Parfum! GRATIS senilai Rp 978.000,-
3x WP1
Rekrut 3 orang baru dan bantu mereka untuk meraih kualifikasi Welcome Program Step 1 dan dapatkan Possess Wallet, Possess Handbag dan Possess Eau de Parfum! GRATIS senilai Rp 1.577.000,-
Ketentuan:
- Berlaku untuk semua sponsor dengan rekrutmen baru yang bergabung bersama Oriflame dan mencapai kualifikasi untuk Welcome Program Step 1 antara 25 April – 31 Mei 2015
- Oriflame berhak mengganti sebagian atau seluruh produk dengan produk lain yang bernilai sama apabila stok tidak tersedia.
- Batas pengambilan hadiah adalah satu periode katalog setelah bulan pencapaian kualifikasi.
- Hadiah produk akan diperoleh peraih kualifikasi saat melakukan order BP min RP 200.000,- dalam 1 invoice di bulan berikutnya.
- Periode kualifikasi untuk sponsor adalah tanggal 25 April – 31 Mei 2015
- Bagi konsultan yang meraih kualifikasi 3xWP1 di bulan April (C4) 2015, maka hadiah produk dapat diperoleh dengan melakukan order BP minimum Rp 200.000,- dalam 1 invoice di bulan Mei (C5) 2015. Tidak berlaku kelipatan.

Promosikan produk anda di sini

Selasa, 21 April 2015

Banyak jalan menuju Raudhah

Sehabis berjamaah shalat maghrib di masjid Nabawi, ikutan antri berdesakan mau ke Roudhoh, bergaya seperti petugas pengatur shaf di masjid Nabawi bukan askar, kalau di Indonesia mungkin remaja masjid, sekaligus menirukan cara berteriaknya jika meminta jalan, dengan percaya diri di antrian paling belakang itu saya teriak keras keras : HAJI ... HAJI ... THORIQ .... THORIQ ...

Secara otomatis antrian padat didepanku menyibak dan langsung .... mak brebet .... Alhamdulillah dapat tempat yang lumayan nyaman di Roudhoh



Promosikan produk anda di sini

Jumat, 17 April 2015

Sayembara

Kisah ini terjadi pada zaman kerajaan sebelum kerajaan Majapahit yang saya ceriterakan kembali kepada yang mau membacanya.
Karena panjangnya waktu yang dilalui, sudah barang tentu sampai pada pendengar terakhir tinggal ampasnya, lalu kemana cerita asli yang masih utuh ? tentunya tercecer diantara para 'pengelola' cerita ini sendiri.
Alkisah ada sebuah kerajaan yang tidak mempunyai putra mahkota, sedang anak-anaknya adalah 2 orang wanita yang cantik jelita. Sang raja yang usianya sudah mulai tua merasa cemas memikirkan penggantinya kelak, sedangkan kedua putrinya yang sudah menginjak dewasa belum juga ada yang melamarnya, lalu dibuatlah sayembara.
Sayembara dibuka untuk umum, syarat : Laki-laki; sudah dewasa; gagah; berani; dan lain sebagainya
Sayembara dilaksanakan di alun-alun
Isi sayembara : Barang siapa yang dapat mengangkat kaki gajah jantan yang sangat besar tanpa alat bantu, akan diambil menantu oleh sang raja dan diangkat sebagai Putra Mahkota
Begitu sayembara dimumkan dengan pendaftar yang sangat banyak sehingga perlu diadakan babak penyisihan...
Dari jam 6 pagi hingga jam 4 sore belum ada seorangpun yang mampu mengangkat kaki gajah tersebut, jangankan mengangkat, menggeser sedikitpun belum ada yang mampu.
Lalu muncullah seorang peserta kalau dilihat fisiknya kurang memenuhi syarat,
kerempeng,
usia sedikit lewat - diatas 35 tahun
tapi berwibawa, namanya Sidho Brakotono
dengan tenang dia hampiri gajah pilihan kerajaan, dia mendekati bagian belakang gajah, lalu dengan kerasnya dia remas pringsilan gajah tersebut
Spontan gajah mengangkat kakinya dan mbeker-mbeker (lho gajah kok mbeker) karena kesakita dan Sidho Brakotono berhasil menyunting putri nan cantik jelita plus menyandang Putra Mahkota.
Tankocapo putri kedua masih belum punya jodoh jua, lalu dibuat sayembara jilid 2
Isi sayembara : Barang siapa dapat membuat gajah gedeg-gedeg tanpa alat bantu apapun akan dijodohkan dengan putri raja yang nomor 2, dengan syarat tidak boleh menyakiti sang gajah.
Singkat cerita (selak ngantuk) tidak ada seorangpun yang mampu membuat gajah gedeg-gedeg....
Lalu Sidho Brakotono ikut sayembara lagi (karena syarat syaratnya lupa tidak ditulis oleh yang membuat cerita) maka sang raja tidak berkutik untuk menolak Sidho Brakotono yang sudah menjadi menantunya.
Dengan tenang Sido Brakotono mendekati gajah pilihan kerajaan, kali ini Sido Brakotono mendekati bagian kepala, lalu dia bisikkan ke telinga gajah :'Tak pencet pringsilanmu meneh gelem rak
Spontan gajah pilihan kerajaan gedeg-gedeg........
Alhasil .... Sukses lagi Shido Brakotono.


Promosikan produk anda di sini

Rabu, 15 April 2015

Ongkang ongkang

Mengamati kehidupan Sido Brakotono yang serba enak, santai, udad udud, thenger thenger sambil ongkang ongkang, orang lain pada sibuk mempersiapkan diri untuk berangkat kerja dia malah mancal kemul melanjutkan mimpi indahnya, orang lain yang melihatnya pasti akan mengatakan wah enak tenan.
Tapi betulkah enak tenan yang dirasakan Sido Brakotono ? belum tentu (kalau gak percaya coba tanya sendiri kepada Sido Brakotono)
Tulisan ini sengaja untuk menggugah semangat para Sido Brakotono atau yang senasib dengan Sido Brakotono, untuk segera bangkit dari tidurnya, tidak sekedar ongkang ongkang tapi ikut tandang cari sandang pangan. Lah piye carane ? umurku sudah lewat, daftar jadi pegawai gak memenuhi syarat, sudah lama nganggur, kemampuanku sudah pada luntur, daftar sana ditolak, daftar sini ditolak, mau dagang gak punya modal, kirakira begitulah pertanyaan dari Sido Brakotono, dan mungkin Anda juga sudah memperkirakan dan mbatin, paling paling dik Pendi mau nawarin Oriflame ... weelah mbok jangan su'udhon, jangan berburuk sangka dulu, walaupun kenyataannya dan pada akhirnya nanti juga mengarah kesitu ... wakakak .. (eh itu guyon ya ... )
Begini (sik to.. jangan pindah dulu, dibaca yang tuntas gitu lho) ... di kampung kita atau di lingkungan RT biasanya ada koordinator pembayaran PLN, PAM, Telepon dan lain sebagainya, naaah kalau belum ada, coba saja jadi koordinatornya atau bahasa kerennya tukang mbayarke rekening PLN and so on, memang modal tetap kita butuhkan untuk nalangi dulu semua pembayaran itu dan atas kesepakatan warga, tiap item pembayaran dikenakan biaya misalnya Rp. 3.000,- .. Tiga ribu rupiah ? wah gak sumbut antri di loketnya, jalannya macet dan alasan tetek bengek yang lain .... halah iyyik .. jangan dilihat tigaribunya, tapi coba kalau tigaribu ping warga sekampung dan ini dia... sekarang kan jaman serba komputer, serba internet, jadi tukang bayarke listrik gak usah antri di loket, cukup dikerjakan dari rumah saja bisa, dah gak takut macet di jalan, tapi modal tetap dibutuhkan untuk dana nalangi pembayaran listrik dan lainnya itu. Trus caranya bagaimana dik Pendi ? nah ini baru bisnisku saya tawarkan, kalau mau ya, kalau gak mau ya kebangeten, masak sih pilih ongkang ongkang tanpa penghasilan sedangkan bisnisku ini berpenghasilan walaupun sambil ongkang ongkang .... yaa... keren kan !
Ini lho caranya :
- Jual pulsa elektrik all operator
- Jual voucher/ Token PLN
- Jual voucher game on line
- Menerima pembayaran PLN pasca bayar / bulanan
- Menerima pembayaran Telkom ( Speedy,  telepon rumah )
- Menerima pembayaran pulsa pasca bayar (HALLO, Classy, Xplor, Esia)
- Menerima pembayaran TV kabel (Indovision, Telkomvision, Aoratv, Okevision, TOPTV)
- Menerima pembayaran Telkomvision pra bayar
daftar diatas ditulis dan dipajang seperti ini lho


Untuk lebih jelasnya bila ingin seperti saya itu baca sendiri di link ini http://www.portalpulsa.com/?reff=P2962  pelajari sendiri panduannya mudah kok semuanya gratis, baik membaca dan mempelajarinya gratis, dan yang penting daftarnyapun gratis, yang bayar hanya waktu kulaan pulsa, istilah dari tukang bayarke PLN di RT itu nalangi dulu, kalau di PortalPulsa istilahnya setor deposit, gunanya untuk nalangi bayar PLN and so on tadi, kalau ada yang beli pulsa 5000,- oke ... pencat pencet hp ... jeng jeng .. sudah masuk mbak, sudah mas, berapa ? enam ribu, lumayaaaan bati sewu... mengko disiik, ada yang lain lagi, Selain keuntungan seribu itu masih ada bonus 50 rupiah per transaksi dari referel kita, dari aktifitas downline kita .... lhaaa ada downline juga ya ....
Makanya ngekliknya di link yang sudah saya tulis itu saja biar jadi downline saya ... he he kandani ok. Dan yang penting lagi bisnis ini walaupun dianjurkan mencari downline, tetapi tidak ada tutup point, tidak ada target, tidak ada pelatihan, tidak ada seminar, tidak ada bonus yang gede, tidak ada bonus rumah mewah, tidak ada bonus mobil mewah, tidak dioyak oyak upline apalagi dioyak oyak kamtib, bisnis ini sah dan halal kok  Kalau bisnis ini sudah berkembang, sudah banyak relasi, banyak kenalan, kembangkan lagi bisnis Anda dengan bisnis yang sejenis, maksudnya sejenis online nya dan yang ini perlu kerja ekstra giat, giat memasarkan produknya, giat prospek orang lain, giat membina downline, kalau tidak giat, apalagi dikerjakan sambil ongkang ongkang, wah saya tidak bisa menjamin akan berhasil. Oh iya ini link nya semoga berkenan bergabung denganku ya
http://www.dBCN-PensiunTenang.com/?id=MahfudEffendi&s1=ciput


Promosikan produk anda di sini

Selasa, 14 April 2015

Grundelane pak RT

Jawa Tengah dipimpin bapak Gubernur 
Wilayahe pancen makmur
Pertaniane subur subur
Masyarakate kudu bersyukur 
Pak Gubernur dibantu Pak Wali
Ayo podo dzikir pendhak wengi
Sholat lan ngaji ojo nganti lali
Keno kanggo sangu nek wis mati

Pak Bupati dibantu Bapak Camat
Ngelingono ndonyo bakal kiamat
Mulo disregepi moco sholawat
Ojo nganti ninggalake sholat

Pak Camat dibantu Bapak Lurah
Mulo ayo rajin ngibadah
Akehono zakat lan fitrah
Suk yen mati khusnul khotimah

Pak Lurah dibantu Bapak RW
Gaweane akeh ora ono bayarane
Nanging ora lali karo ngibadahe
Saben dino akeh rejekine

Pak RW dibantu Bapak RT
Opo-opo ditandangi dewe
Salah sitik diclatu karo wargane
Yen ketok sregep jare salahmu dewe

Pak RT ora duwe pembantu
Pendhak wengi ora iso turu
Mlaku-mlaku karo mampir gerdhu
Mbok menowo nemoni babu lemu 



Promosikan produk anda di sini

Senin, 13 April 2015

Burung beo

Alkisah disuatu Pondok Pesantren desa Sukakenthir yang dipimpin oleh seorang Kyai yang masih muda, energik tetapi penuh wibawa. Pak Kyai yang masih muda ini mempunyai beragam kegemaran, dan salah satu kegemarannya yaitu piara burung beo. Karena piaraan seorang kyai, si beopun kalau sekedar menirukan assalamu'alaikum sudah sangat fasih. Sehari hari si beo selalu mengucap Allah, kalau ada orang lewat selalu mengucap assalamu'alaikum, bahkan fasih pula mengucap Lailahaillallah. Dalam suatu komonitas entah itu di kampung, kampus, sekolahan dan di pesantren inipun selalu ada orangorang yang baik, usil, mbeling dan sebagainya, seperti santri yang satu ini, dia sok pinter tetapi temantemannya menganggap keminter, orangnya galak tetapi tidak menakutkan. Suatu hari Sido Brakotono, nama santri yang jahil ini, melihat Pak Kyai sedang memberi makan beo kesayangannya sambil ngajari menirukan beberapa kalimat thoyibah. Sido Brakotono iri pada si beo yang mendapatkan layanan khusus ini, uh dasar kyai gemblung, burung saja diajari begitu intensif sekali, mana diriku sudah beberapa bulan, nahwu, sorrof apalagi belaghoh kapan rampunge, awas kau beo. Ancam Sido Brakotono pada si beo. Singkat cerita (kalau kepanjangen do wegah moco), pak Kyai mendengar burungnya 'klabakan' (bhs indonesianya klabakan ki opo yo) dan berakhir dengan suara keras dan tertahan mak "KEK". Pak Kyai terkejut dan bergegas menengok, apa yang terjadi pada si beo. Karena kehadiran pak Kyai, si kucing lari meninggalkan beo yang terkapar mati dengan bulu yang berserakan. Astaghfirullahal adzim, kucing itu tadi masuk darimana, gumam pak Kyai. Ternyata dibalik dinding Sido Brakotono tersenyum puas melihat kucing yang dimasukkan berhasil menubruk hingga mati beo kesayangan pak Kya. Harapan Sido Brakotono dengan matinya si beo, pak Kyai bisa lebih fokus dan intensif dengan para santrinya. Sehari setelah kematian si beo, pak Kyai tidak tampak di pondokan, para santri bertanyatanya dalam hati, mungkin pak Kyai sangat bersedih dengan kematian si beo yang cerdas itu. berbagai asumsi, prasangka baik maupun buruk segera beredar. (Biar cepet dikit, kan gak ada honornya) ...... Bahkan sampai 3 hari sejak kematian beo, pak Kyai masih juga belum muncul di hadapan para santri, semua gelisah, Sido Brakotono malah bikin ulah, mau demo di rumah pak Kyai, protes masak lebih memikirkan beo daripada para santri. Tetapi alhamdulillah, demo dapat dicegah berkat nasihat santri dari Kroya mas Aliem Thenan Khae. Dengan santunnya mas Aliem menasehati Sido Brakotono dan mengajaknya sowan kepada pak Kyai. Assalamu'alaikum pak Yai..... lama tidak ada jawaban, rumah terlihat sepi, lalu diketuknya pintu dan diulangi salamnya, lalu terdengar jawaban dari dalam wa'alaikumsalam..... eee.. mas Aliem dan mas Brakot, silakan masuk, ada apa ini. Sido Brakotono langsung bertanya : "Begini pak Yai, panjenengan hanya kehilangan seekor burung saja kok bersedih sampai 3 hari tidak menampakkan diri, para santri pada bingung ini pak Yai, bagaimana ini pak Yai" Mas Aliem hanya diam saja sambil menunduk, takut kalau kalau pak Yai marah dengan sikap Brakotono yang kurang sopan ini. Pak Yai : "Oooo.... itu tho masalahnya, gini ya ... tolong nanti sampaikan kepada para santri ya mas Aliem" Aliem : "Inggih Romo Yai" Pak Yai : "Memang ..... dengan kematian si beo itu saya sangat bersedih", belum selesai pak Yai bercerita sudah disaut oleh Sido Brakotono : "Sedih ya sedih pak Yai, tetapi kalau sampai 3 hari gak mau ngajar... trus bagaimana kita kita ini" Aliem Thenan Khae cepat cepat mencubit pantat Brakotono sambil berbisik : "diam dulu ah, dengerin dulu romo Yai ngendikan ... " Pak Yai : "Saya bersedih bukan karena kehilangan seekor burung yang cerdas itu. Kalian tahu kan, burung itu hanya kalimat thoyibah yang dikenalnya tiada lain, tetapi kenapa waktu mau mati yang terucap kok hanya mak "KEK", saya takut seperti burung itu, hanya pandai mengucap di lisan, waktu mati tidak ingat pada Allah, saya sedih, saya takut, lalu saya menyendiri, berkhalwat, mohon pada Allah bila saya mati nanti jangan seperti burung itu, mengertikah kalian ?" Mendengar cerita ini Sido Brakotono lalu menggigil, gemetaran dan langsung sungkem pada pak Yai "Pak Yai, saya mohon maaf, yang menaruh kucing itu saya karena saya iri pada burung itu yang mendapat perhatian penuh dari panjengan, sekarang saya pasrah, akan dihukum apapun saya pasrah"
Promosikan produk anda di sini

Bagaimana Cara Membangunkan Dline Tidur di Oriflame?


Promosikan produk anda di sini

Bagaimana Cara "Nge-gol-in" Prospek di Oriflame?


Promosikan produk anda di sini

Bagaimana Cara Melakukan Follow Up Pada Dline di Oriflame?


Promosikan produk anda di sini

Gimana Meyakinkan Orang Lain Untuk Masuk Oriflame


Promosikan produk anda di sini

Tips Ngebut Menjalankan Bisnis Oriflame (2)


Promosikan produk anda di sini

Tips Ngebut Menjalankan Bisnis Oriflame (1)


Promosikan produk anda di sini

Bagaimana Cara Mempertahankan Semangat?


Promosikan produk anda di sini

Cara Menjual Nutrishake-nya Oriflame


Promosikan produk anda di sini

Belajar Jualan di Oriflame


Promosikan produk anda di sini

TUTORIAL : Success Plan di Oriflame


Promosikan produk anda di sini

Training Camp - I'm A President by Nadia Meutia - Part 3


Promosikan produk anda di sini

Training Camp - I'm A President by Nadia Meutia - Part 2


Promosikan produk anda di sini

Training Camp - I'm A President by Nadia Meutia - Part 1


Promosikan produk anda di sini

Minggu, 12 April 2015

Mbelung



Selamat sore pak  ~ Ya semangat pagi, eh selamat sore juga  ~  maaf mengganggu, boleh saya minta waktu  sebentar untuk silaturahmi sekalian akan menjelaskan seara rinci produk yang akan saya tawarkan kepada bapak  ~ silahkan silahkan, produk apa, kelihatannya kok sangat menarik sekali ~  Perkenalkan pak, saya dari perusahaan besar dan sudah dikenal di Indonesia bahkan di negara tetangga sudah mulai dirintis dan didirikan cabangnya ~ produknya apa sih ~ ini pak, silahkan dilihat, diamati, itu manfaatnya sangat banyak lho pak, baik untuk kesehatan, kewibawaan, kedigdayaan, atau sekedar pemanis jari agar tambah menawan, mumpung saat ini lagi ngetren pak, harganya makin hari makin tinggi, dan dapat dipastikan kedepan harganya makin melambung ~  warnanya memang menarik, transparan, tembus pandang, dan sepertinya bisa untuk bercermin, ini dari kaca ya  ~ akik itu pak, asli, bukan dari kaca, bisa dicek dengan ini pak, saya bawa alatnya untuk ngetes akik apakah itu akik asli atau palsu ~ memang bagus akik ini, berapa harganya ? ~  tentang harga, bolehlah buat bapak saya kasih harga dibawah sepuluh juta saja  ~  weleh weleh weleh ... dibawah sepuluh juta itu berapa ? ~  untuk bapak, bayar saja tujuh juta limaratus ribu rupiah pak  ~  hmmm... mantap. Begini, anda sudah saya terima dengan senang hati, saya dengarkan apa yang anda sampaikan tadi, perkara saya beli atau tidak kan urusannya lain lagi kan ? Sekarang gantian saya juga mau menjelaskan tentang produk yang saya jual, produknya bahkan sudah mendunia, tidak hanya di Indonesia saja produk ini dikenal, produknya beragam tidak hanya sejenis seperti yang anda tawarkan tadi. Produk yang saya jual hargnya relatif murah, dari yang limabelas ribu sampai dengan yang limaratus ribu juga ada
Bagaimana ? anda tertarik dengan produk yang saya tawarkan ? ~  wahduh ... piye to bapak ini, ditawari malah balik nawari ...  gini aja pak, saya mau beli tapi nanti bapak juga beli akik yang saya jual ini ya ~  wah gak bisa, kalau anda mau beli produk yang saya tawarkan ya beli saja, tidak ada "ketentuan dan syarat yang berlaku", kalau gak mau beli ya sudah ~ maksud saya begitu pak, kita kan perlu tolong menolong, perlu kerjasama  ~  bukan begitu caranya tolong menolong ~  lalu ? ~  Begini, saya kan jual berbagai macam barang baik untuk wanita maupun pria, lalu saya mengajak anda untuk ikut berjualan seperti saya, mengajari anda bagaimana cara kerjanya, lha kalau anda mau itu berarti saya telah menolong anda, memberikan peluang bisnis dan sekaligus anda juga menolong saya, jadi saling tolong menolong. iya kan ? mau kan ? pokoknya kerja sama, dan sama sama kerja.


Promosikan produk anda di sini