Jumat, 17 April 2015

Sayembara

Kisah ini terjadi pada zaman kerajaan sebelum kerajaan Majapahit yang saya ceriterakan kembali kepada yang mau membacanya.
Karena panjangnya waktu yang dilalui, sudah barang tentu sampai pada pendengar terakhir tinggal ampasnya, lalu kemana cerita asli yang masih utuh ? tentunya tercecer diantara para 'pengelola' cerita ini sendiri.
Alkisah ada sebuah kerajaan yang tidak mempunyai putra mahkota, sedang anak-anaknya adalah 2 orang wanita yang cantik jelita. Sang raja yang usianya sudah mulai tua merasa cemas memikirkan penggantinya kelak, sedangkan kedua putrinya yang sudah menginjak dewasa belum juga ada yang melamarnya, lalu dibuatlah sayembara.
Sayembara dibuka untuk umum, syarat : Laki-laki; sudah dewasa; gagah; berani; dan lain sebagainya
Sayembara dilaksanakan di alun-alun
Isi sayembara : Barang siapa yang dapat mengangkat kaki gajah jantan yang sangat besar tanpa alat bantu, akan diambil menantu oleh sang raja dan diangkat sebagai Putra Mahkota
Begitu sayembara dimumkan dengan pendaftar yang sangat banyak sehingga perlu diadakan babak penyisihan...
Dari jam 6 pagi hingga jam 4 sore belum ada seorangpun yang mampu mengangkat kaki gajah tersebut, jangankan mengangkat, menggeser sedikitpun belum ada yang mampu.
Lalu muncullah seorang peserta kalau dilihat fisiknya kurang memenuhi syarat,
kerempeng,
usia sedikit lewat - diatas 35 tahun
tapi berwibawa, namanya Sidho Brakotono
dengan tenang dia hampiri gajah pilihan kerajaan, dia mendekati bagian belakang gajah, lalu dengan kerasnya dia remas pringsilan gajah tersebut
Spontan gajah mengangkat kakinya dan mbeker-mbeker (lho gajah kok mbeker) karena kesakita dan Sidho Brakotono berhasil menyunting putri nan cantik jelita plus menyandang Putra Mahkota.
Tankocapo putri kedua masih belum punya jodoh jua, lalu dibuat sayembara jilid 2
Isi sayembara : Barang siapa dapat membuat gajah gedeg-gedeg tanpa alat bantu apapun akan dijodohkan dengan putri raja yang nomor 2, dengan syarat tidak boleh menyakiti sang gajah.
Singkat cerita (selak ngantuk) tidak ada seorangpun yang mampu membuat gajah gedeg-gedeg....
Lalu Sidho Brakotono ikut sayembara lagi (karena syarat syaratnya lupa tidak ditulis oleh yang membuat cerita) maka sang raja tidak berkutik untuk menolak Sidho Brakotono yang sudah menjadi menantunya.
Dengan tenang Sido Brakotono mendekati gajah pilihan kerajaan, kali ini Sido Brakotono mendekati bagian kepala, lalu dia bisikkan ke telinga gajah :'Tak pencet pringsilanmu meneh gelem rak
Spontan gajah pilihan kerajaan gedeg-gedeg........
Alhasil .... Sukses lagi Shido Brakotono.


Promosikan produk anda di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar